Tuesday, December 26, 2006

Chapter #1 First Job

Akhirnya dipanggil juga aku ke depnaker Bandung untuk test ketenaga kerjaan, walau nggak tau untuk kerja dimana, tapi yang pasti aku berusaha dulu. Wow! yang ikut test ternyata banyak banget! Ada mungkin sekitar 300 orang.
Test nya susah-susah gampang, test tulisnya exac sekali! Untung yang ditanyain cuman basic doang. So, dengan semangat baja (halah!) aku isi semua pertanyaan isian semampuku....

Kurang lebih satu jam kami diberi kesempatan untuk mengisi lembar soal, lalu si instruktur memberi instruksi untuk mengumpulkan hasil jawaban. Eh, ternyata langsung dinilai, kami disuruh tunggu selama satu jam. Kemudian para pekerja depnaker mengumpulkan kami dan memberikan pengumuman bahwa yang berhak ikut test berikutnya hanya 40 orang! Walahhhh! Sempet lemes juga mendengarnya.
Tapi ternyata lemesku cuman sebentar aja, karena setelah 7 orang disebut, namaku urutan berikutnya. Setelah yang 40 orang disebut namanya, sisanya sekitar 260 orang pulang sembari sebelumnya dinasehati oleh seorang pekerja depnaker untuk kembali mencoba melamar ulang di periode berikutnya. Hmmm kasian juga ngeliat mereka, soalnya setauku periode berikutnya itu masih 6 bulan ~ 1 tahun.

Lalu kami ber-40 orang diinstruksikan untuk memasuki ruangan dan diberi soal lagi. Walah lagi! soalnya cuman ada 10 pertanyaan dan semuanya essai! Kulihat sekilas pertanyaan-pertanyaan itu semua berbobot,
"wah, bakalan lama nih ngerjainnya!" pikirku.
Kucoba mengisi soal yg paling mudah dulu. Paling mudah??? nggak ada lageee!!
Susah semua!! Mana diriku nggak dipersiapkan khusus untuk menghapal rumus! Mana sebagian soalnya membutuhkan jawaban yang kudu pake rumus baku (rumus baku= rumus yang gak bisa ditawar lagi pemakaiannya.red).

Udah 15 menit, aku masih bengong ngehayalin soal-soal itu....
Akhirnya semangat patriotismeku menyala-nyala! (halahhh!) Kuputuskan untuk nggak pake rumus-rumus sialan yang aku gak hapal itu. Ku coba menjawab menggunakan logika dan percaya diri penuh. Satu persatu kujawab soal dengan rumus gak baku (alias ngaco) tapi seenggaknya jawabanku benar atau mendekati benar menurutku.

Satu jam udah aku menjelimet dengan soal, mencoba memutar balikan fakta rumus-rumus ngaco buatanku dengan sedikit dibumbui rumus-rumus pedas ala masakan padang serta rumus manis ala gudeg jogja. akhirnya selesai sudah!
Semua soal udah kujawab dan kutulis dengan indah (halah!) pokoke kubuat jawabannya sepanjang mungkin, biar si pemeriksanya nanti bingung sendiri!

Jawaban semua peserta dikumpulkan. Langsung dinilai, kami disuruh tunggu.
Lalu seorang pekerja Depnaker keluar ruangan dan memberikan pengumuman bahwa hasil pemeriksaan akan diumumkan besok harinya, Katanya mungkin hanya 5 orang yang berhasil mengikuti test selanjutnya.

Heleuh! Kirain mo langsung diumumin, keluhku.
Kulihat jam udah menunjukkan pukul 12.30, O iya pegawai negerinya udah mo waktunya pulang ternyata! Pulanglah daku dengan hati harap-harap cemas (kayak acara tv itu lho!).

Esoknya, tanpa bangun tidur dan mandi pagi (lho? nggak ding! mandi kok walau cuman matanya doang!) aku langsung menuju kantor Depnaker itu lagi.
Ternyata disana udah berkumpul sebagian perserta yang ikut test bersamaku kemarin. Mereka berkerumun di papan pengumuman, selagi aku berjalan kearah papan pengumuman tersebut, beberapa orang keluar dari kerumunan tersebut dengan wajah kuyu, lesu dan kurang bersahabat!
Diantaranya ada seorang cewek (lumayan macaan) yang juga berwajah lesu bahkan air mata sudah keluar membasahi pundaknya..ups sorry...pipinya maksudku, kucoba menegurnya dengan nada simpati (do re mi fa sol....lho?)
"Udah deh mbak jangan terlalu sedih, cari kerja kan gak cuman disini aja, udah gak usah nangis gitu! kan malu dilihatin ama anak-anak sd sebelah yang lagi upacara bendera....(#*@##@@%^&??)" kataku sambil senyum dimanis-manisin.
"Saya nangis bukan karena itu mas!" jawabnya menimpali.
"Lho, abis..?"
"Gini lho mas, saya gak tau nama saya ada dipengumuman itu ato enggak.." katanya lagi sambil tersedu sedan bmw.
" kok..?" tanyaku lagi heran.
"Anu mas..."
"Haah! anuku...???"
"Bu...bukan anunya mas!"
"Abis anunya siapa??"
"anu saya ketinggalan..!"
"Haaaaah! anumu ketinggalan???" jeritku sambil lihat ke arah bawahnya
"Iiiihhh! bukan anu saya yang anu itu!!! anu...kacamataku ketinggalan, jadi saya gak bisa baca tulisan dipapan pengumuman! mana rumah saya jauh lagi mas, 2 jam dari sini....." isaknya lagi sambil ngeloyor keluar gerbang depnaker.
"Heleeuhh, gitu toh!!" pikirku lega nggak jadi dosa.

Lalu dengan gaya pawang ular, aku menyelinap masuk kekerumunan itu yang lama-lama bertambah banyak. (BTW gaya pawang ular gimana sih?).
Tak dinyana tak kusangka, namaku tertera diurutan kedua dari lima nama yang ada di lembar pengumuman itu!
Spontan aku mengeluarkan lenguhan kerbau terbaik yang pernah keluar dari mulutku...
"Eureka!!! Horeeee! hip hip huraaaa! hhhmmmooooo!!" lho?

Kemudian kami berlima disuruh masuk sebuah ruangan yang mirip ruang tunggu. Di hadapan kami ada ruangan lain yang dipisah oleh dinding kaca.
Didalamnya kulihat ada dua orang pekerja depnaker dan tiga orang lagi yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sepertinya bukan orang indonesia.
Seorang petugas keluar dan memanggil kami satu persatu.
Tiba giliranku masuk ruangan.
Ketiga orang tersebut menatapku manja..eh dengan berkerut. Salah seorang dari mereka bertanya,
"Your name is Ivendaz?"
Waduh, pake inggris euy ngomongnya! Biarin! guwe ladenin!
"yes! of course sir!" jawabku dengan logat dibule-bulein.
"Why?" tanyanya lagi
Pikirku, emang gak boleh apa punya nama ivendaz? tapi kujawab juga,
"because I'm reading Sang Kancil...ups.. i mean, that's name was given by my parents when i was was borned 22 years ago..." jawabku sok iye.
"Hmm, Okay...let me see....."
Dan tanya jawabpun berlangsung, diantaranya banyak yang mengenai basic education yang electronica, dan segala kesiapanku apakah siap untuk bekerja diluar pulau jawa...dan lain sebagainya....(barulah ku tahu kalo mereka orang philiphine).

Tiga puluh menit sudah tanya jawab itu berlangsung (baru kutahu kemudian kalo tanya jawab itu bahasa kerennya interview!).
Diakhir interview salah seorang menyatakan bahwa diriku lulus interview dan menyakan kesiapanku untuk bekerja diperusahaannya di pulau Batam dengan gaji segitu-segini rupiah.
Haaah! Pulau Batam?? Jauh banget! Langsung bayanganku tertuju pada ibuku, bapakku, kakakku, rumahku, pohon manggaku!
Agak lama ku terdiam memikirkan lamunanku, akhirnya lamunankupun disadarkan oleh pikiran dan niatku ingin bekerja dan punya penghasilan sendiri (dan juga dikarenakan oleh darahku yang keturunan perantau sulawesi). Akhirnya tanpa pandang bulu, mo bulu kucing kek, bulu ketek, sambil dalam hati baca bismillah, kujawab dengan meyakinkan bahwa aku siap bekerja diperusahaan mereka kapan saja dibutuhkan.

Kayanya mereka gembira dengan jawabanku, lalu katanya:
" So, please you prepare your self to go to Batam next week, and we will see you there, good luck!!" sambil berdiri mengulurkan tangan ngajak salaman.
" Ok, with my pleasure, and thankyou very much!" jawabku sambil mengulurkan tanganku menampar wajahnya...eh..bersalaman.

Akupun keluar dari ruangan dengan wajah puas, dihiasi oleh khayalan-khayalan akan perantauanku yang pertama.



Bersambung...



No comments: