Pertanyaan itu sering muncul saat kita kecil dulu. Ntah yang bertanya tetangga, guru, temen, temennya ibu, temennya bapak, temennya tetangga, temennya guru, temen temenya temen, temen temennya temen ibu...dst...dst...dst... (temen=teman.red)
Biasanya aku selalu jawab "ingin jadi tentara!" itu karena alm. ayahku emang tentara, mungkin karena hidup ditengah-tengah pergaulan para tentara ini yang menjadikan mind set-ku terpengaruh jawaban seperti itu...
Teman lain menjawab "ingin jadi dokter!" atau "ingin jadi insinyur pertanian!" atau "ingin jadi pilot!" bahkan"ingin jadi Presiden!"
Toh, kompleksnya jawaban mereka pun terpengaruh oleh mind-setnya mereka masing-masing.
Kenyataannya :
Aku jadi buruh pabrik!
Yap! Buruh Pabrik! or Karyawan or Pegawai Swasta or apapun namanya...
Jauh dari cita-cita yang diinginkan selagi masih kecil, why ? Takdir? garis Illahi? or akunya yang tolol karena gak lulus masuk AKABRI hanya karena kurang umur 4 bulan (tapi temenku yang umurnya selisih setahun dibawahku leluasa masuk karena bapaknya punya kolega di semarang :)
Takdir kaleee ya...
Hmmmm, hanya ingat dulu waktu masih kecil sering dianjurkan oleh para orang tua:
"Nak, sekolah yang baik, belajar yang rajin biar pintar, sekolah setinggi-tingginya biar ntar mudah cari uang..!"
Anjuran yang klise menurutku.
Banyak orang-orang yg tidak sekolah tinggi-tinggi akhirnya kaya-raya, bahkan terkaya didunia, contohnya banyak, cari sendiri lah! (klik webnya forbes)
Buruh Pabrik....wuih...bukannya mau protes ama Sang Pangeran, ini hanya retorika..
Kupikir-pikir, selama sekolah hampir 16 tahun, dengan kerjaanku sekarang kayaknya gak nyambung tuh....
Why..?
Jawab : Inti dari sekolah selama itu hanya mengajarkan dan mengasah logika. Kalo udah kerja (seperti saya) seluruh mata pelajaran yang diajarkan selama itu gak kepake!! alias 'otodidak'
Trus, kemana larinya semua mata pelajaran dulu??
Jawab : Ya itulah, menguap dari otak kita dan meninggalkan sari-sari mind-set baru untuk pemikiran orang dewasa baru!
Biasanya aku selalu jawab "ingin jadi tentara!" itu karena alm. ayahku emang tentara, mungkin karena hidup ditengah-tengah pergaulan para tentara ini yang menjadikan mind set-ku terpengaruh jawaban seperti itu...
Teman lain menjawab "ingin jadi dokter!" atau "ingin jadi insinyur pertanian!" atau "ingin jadi pilot!" bahkan"ingin jadi Presiden!"
Toh, kompleksnya jawaban mereka pun terpengaruh oleh mind-setnya mereka masing-masing.
Kenyataannya :
Aku jadi buruh pabrik!
Yap! Buruh Pabrik! or Karyawan or Pegawai Swasta or apapun namanya...
Jauh dari cita-cita yang diinginkan selagi masih kecil, why ? Takdir? garis Illahi? or akunya yang tolol karena gak lulus masuk AKABRI hanya karena kurang umur 4 bulan (tapi temenku yang umurnya selisih setahun dibawahku leluasa masuk karena bapaknya punya kolega di semarang :)
Takdir kaleee ya...
Hmmmm, hanya ingat dulu waktu masih kecil sering dianjurkan oleh para orang tua:
"Nak, sekolah yang baik, belajar yang rajin biar pintar, sekolah setinggi-tingginya biar ntar mudah cari uang..!"
Anjuran yang klise menurutku.
Banyak orang-orang yg tidak sekolah tinggi-tinggi akhirnya kaya-raya, bahkan terkaya didunia, contohnya banyak, cari sendiri lah! (klik webnya forbes)
Buruh Pabrik....wuih...bukannya mau protes ama Sang Pangeran, ini hanya retorika..
Kupikir-pikir, selama sekolah hampir 16 tahun, dengan kerjaanku sekarang kayaknya gak nyambung tuh....
Why..?
Jawab : Inti dari sekolah selama itu hanya mengajarkan dan mengasah logika. Kalo udah kerja (seperti saya) seluruh mata pelajaran yang diajarkan selama itu gak kepake!! alias 'otodidak'
Trus, kemana larinya semua mata pelajaran dulu??
Jawab : Ya itulah, menguap dari otak kita dan meninggalkan sari-sari mind-set baru untuk pemikiran orang dewasa baru!
No comments:
Post a Comment