Friday, November 24, 2006

Hujan....!!!!

Udah tiga hari ini tiap subuh pasti hujan, apakah musimhujan tlah tiba??
Berarti persiapan beli mantel ujan yang ada celananya, yang lama dah robek, jas ujan ponco untuk persiapan kalo bepergian jauh, wah rem motorku harus ganti nih..!

Kerja lagi...Ujan...Basah...Kotor...Flu....Demam....Males...

Tunggu hari ke sepuluh...

Mengenai Rencana Kepergian RI-1 Ke Jepang

Iseng-iseng nge-brow di situsnya orang nomor satu Indonesia, kebaca deh diberita utama tentang rencana tersebut. Ane gak ada masalah sih sebenernya pak Pres mo kemana kek dengan siapa kek....lagian Beliau pasti gak akan ngajak ane (bukan narsis tapi pede:)) and belon tentu ane mau diajak..(pede lagi :))

Komentar ane ntar kalo beliau dah pulang kemari....

Saturday, November 18, 2006

"Cita-cita mu kalo gede mo jadi apa?"

Pertanyaan itu sering muncul saat kita kecil dulu. Ntah yang bertanya tetangga, guru, temen, temennya ibu, temennya bapak, temennya tetangga, temennya guru, temen temenya temen, temen temennya temen ibu...dst...dst...dst... (temen=teman.red)

Biasanya aku selalu jawab "ingin jadi tentara!" itu karena alm. ayahku emang tentara, mungkin karena hidup ditengah-tengah pergaulan para tentara ini yang menjadikan mind set-ku terpengaruh jawaban seperti itu...

Teman lain menjawab "ingin jadi dokter!" atau "ingin jadi insinyur pertanian!" atau "ingin jadi pilot!" bahkan"ingin jadi Presiden!"
Toh, kompleksnya jawaban mereka pun terpengaruh oleh mind-setnya mereka masing-masing.

Kenyataannya :
Aku jadi buruh pabrik!

Yap! Buruh Pabrik! or Karyawan or Pegawai Swasta or apapun namanya...
Jauh dari cita-cita yang diinginkan selagi masih kecil, why ? Takdir? garis Illahi? or akunya yang tolol karena gak lulus masuk AKABRI hanya karena kurang umur 4 bulan (tapi temenku yang umurnya selisih setahun dibawahku leluasa masuk karena bapaknya punya kolega di semarang :)

Takdir kaleee ya...

Hmmmm, hanya ingat dulu waktu masih kecil sering dianjurkan oleh para orang tua:
"Nak, sekolah yang baik, belajar yang rajin biar pintar, sekolah setinggi-tingginya biar ntar mudah cari uang..!"

Anjuran yang klise menurutku.

Banyak orang-orang yg tidak sekolah tinggi-tinggi akhirnya kaya-raya, bahkan terkaya didunia, contohnya banyak, cari sendiri lah! (klik webnya forbes)

Buruh Pabrik....wuih...bukannya mau protes ama Sang Pangeran, ini hanya retorika..
Kupikir-pikir, selama sekolah hampir 16 tahun, dengan kerjaanku sekarang kayaknya gak nyambung tuh....
Why..?
Jawab : Inti dari sekolah selama itu hanya mengajarkan dan mengasah logika. Kalo udah kerja (seperti saya) seluruh mata pelajaran yang diajarkan selama itu gak kepake!! alias 'otodidak'

Trus, kemana larinya semua mata pelajaran dulu??
Jawab : Ya itulah, menguap dari otak kita dan meninggalkan sari-sari mind-set baru untuk pemikiran orang dewasa baru!



Sunday, November 12, 2006

Kabut Hitam

.............................................................................
" kamu ngerasa gak akan sikapku akhir-akhir ini?" tanyanya.
"iya agak berubah, kenapa emang?" jawabku tanya balik.
"kok kamu gak pernah tanya..?" tanyanya lagi
"ya gimana mo tanya orang mukamu ditekuk terus kayak gitu...." jawabku.
"itu tandanya kita gak cocok!!!! udahlah kita pisah aja!!!" katanya lagi setengah membentak.
..........................................................................

Hek!! Sesak dadaku mendengarnya..... dan aku hanya bisa diam dan berpikir "seriuskah dia?"
atau hanya kemarahan sesaat..
Ini sudah ketiga kalinya aku mendengar kata pisah darinya, setelah dua tahun lebih kami berumah tangga.

Pikiran dan hatiku langsung bergejolak.
Ingin rasanya aku langsung pergi saat itu juga meninggalkannya.
Mana ada suami yang dengan senang hati menerima bentakan istrinya?
Apakah istri boleh membentak suami?

And I have a feeling that my pattient will finnish.

Tapi aku teringat akan tulisan di buku nikah yang intinya seperti ini :
"Usahakan sekuat-kuatnya untuk mempertahankan perkawinanmu, karena Allah SWT tidak suka/membenci perceraian...."

Campur aduk dah perasaanku antara emosi dan logika
Sampai detik ini pun masih seperti itu..
aku gak tau gimana caranya????
udah sering perlakuan ini terjadi, bentakan, cuek, kamarahan yg dikarenakan salah ngomong doang, omongan kurang mesra, mata jelalatan, kurang perhatian, terima telpon kurang mesra, nonton artis cantik di tv, sampe omongan orang lainyg katanya ngeliat aku boncengin cewek, padahal saat itu aku lagi kerja (fitnah? atau salah lihat?)

Aku sabar, hanya bisa sabar, tahu sifat dia, yg semakin di tentang semakin tinggi emosinya, dan semakin kasar perilakunya...

Apakah itu sudah keterlaluan?
Jika belum, dimanakah batasnya keterlaluan???

dua hari kemarin dianya udah baik lagi dan coba cari perhatianku.
biasanya aku akan langsung normal dan baik lagi, dan melupakan semuanya...

But this time, I can't lie to my self, aku udah kehilangan rasa itu
Aku hampa...
Aku gak tau pertanda apakah ini???

And until I type in this blog, i still don't know what's happening with my heart...




Hari Pertama

Hari ini Minggu dini hari, postingan pertamaku......
Sambil makan nasi goreng ngetiknya
Sebelumnya udah buka-buka blog lain, favotiteku blognya Priyadi
walau udah setahun baca-baca blog, terutama blognya Priyadi (dan gak pernah ngasih comment), but baru kali ini tertarik bikin blog walau gratis..

So welcome tomy blog !