Thursday, January 11, 2007

Tentang MLM (Bagian Pertama)

"Udah bekerja berapa lama?"
"sekitar 12 tahunan"
"dimana"
"dipabrik, akukan buruh pabrik"
"lama juga ya, udah punya apa saja?"
"maksudnya?"
"udah punya rumah?"
"belum"
"punya mobil?"
"boro-boro!"
"terus kapan dong punya rumah ama mobil?"
"wah, gak tau tuh, gaji aja sebulan abis, plus ngutang lagi!"
"Ya kira-kira berapa lama ngumpulin duit buat beli mobil aja?"
"mmmm...sekitar 80 tahun lagi lah, tapi gajinya gak dipake makan, dan itupun kalo masih idup!"
"pengen gak punya mobil ama rumah dalam waktu 2 sampai 5 tahun kedepan?

Percakapan diatas salah satu trik yang lazim digunakan oleh kebanyakan pemain MLM pada calon downlinenya.
Termasuk saya. Senjata pamungkas saya pasti pake trik yang diatas, sewaktu masih aktif di MLM. Salah satu MLM yang paling lama saya geluti adalah QN (dulu GQI). Serius banget! sampai ke Singapore dan Malaysia segala ikut training, motivasi, ketemu para leader top sampai foundernya. Dengan modal US$ 400 saya udah dapat komisi 2 kali cheque sebesar USD$400,
totalnya USD$800.
Udah balik modal sih! bahkan untung USD$400 plus barang yg dibeli berupa emas 24 karat murni buatan jerman.
Puaskah saya? Dengan berat hati saya nyatakan bahwa saya tidak puas! bahkan cenderung kecewa!

Multi Level Marketing (MLM) menurutku bisa dilakukan dan berhasil dengan syarat-syarat tertentu. Ilmu MLM sebagian besar senjatanya hanya berbicara, atau kasarnya hanya omong doang. Seseorang yang mengikuti bisnis MLM hampir pasti ingin mendapatkan keuntungan / penghasilan.

Kemarin saya nonton film bioskop di twenty one judulnya "Menggali lubang dubur" (d=k.red). Kemudian saya cerita ama si Anton teman saya. Saya bilang filmnya bagus dan bermutu, pemerannya aktor ternama, cerita dan sutradaranya bagus banget, pokoke rugi kalo gak nonton.

Case 1.
Bila Si Anton tertarik akan cerita saya kemudian dia menonton filmnya, maka secara sengaja nggak sengaja saya udah mempromosikan film itu dan secara nggak langsung saya sudah 'bekerja' untuk produsen film tersebut, iya kan?
Masalahnya saya nggak dapat apa-apa dari hasil 'kerja' tersebut (wong kenal ama produsernya aja nggak kok).

Case 2.
Bila si Anton tidak tertarik akan cerita saya dan tidak mau menonton film itu, maka saya tetap secara sengaja nggak sengaja udah melakukan promosi alias 'kerja' untuk produsen film itu.
Masalahnya tetap sama saja nggak dapat apa-apa dari hasil 'kerja' tersebut.


Berkaca dari Case 1 di atas. Karena Industri MLM yang baik pada dasarnya menggunakan kekuatan Word of mouth dalam strategi pamasarannya. Bila Produsen film tersebut adalah perusahaan MLM dimana Film Menggali Lubang Dubur adalah salah satu produknya, maka saya harus mendapat komisi dari 'hasil kerja' saya (tanpa saya harus membayar biaya keanggotaan sebagai penonton film), karena ada pemasukkan dari si Anton yang mengeluarkan biaya untuk menonton film tersebut.
Kemudian bila si Anton melakukan 'promosi' lagi ke temennya si Amroji, lalu Amroji tertarik dan ikut menonton filmnya, maka si Anton harus dapat komisi atas 'hasil kerjanya' termasuk saya juga dapat komisi dari hasil kerja si Anton (karena Anton tau dari saya) dimana besar komisi saya bisa sama atau tidak sama dengan besar komisi yang didapat Anton tergantung dari keuntungan yang didapat oleh perusahaan. Begitu seterusnya......

Di Case 2, saya nggak dapat komisi dari hasil kerja promosi saya, ini wajar karena perusahaan (produsen film.red) tidak mendapat pemasukkan.

Terlepas dari perhitungan matematis yang dikemukakan oleh bapak Blog Priyadi, saya berkesimpulan untuk perusahaan MLM yang baik :
  1. Nggak pake biaya keanggotaan.
  2. Diberikannya komisi langsung setiap ada pemasukkan di perusahaan.
  3. Tidak adanya nama peringkat, mis Diamond, Crown, Diamond Crown, Silverhawk (halah!), etc...
  4. Harga produk terjangkau, terutama oleh kalangan menengah ke bawah.
  5. Produk Real dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Dan lebih baik jika produk mempunyai banyak pilihan.
  6. Tidak adanya perhitungan komisi (baca : sistem.red) yang berbelit-belit. (Apalagi kalo ngitungnya kudu pake kalkulator, harga kalkulatornya aja mungkin lebih mahal dari harga produk!).
  7. Perusahaan nya benar ada, jelas bentuknya, izin dan orang-orang didalamnya capable dan bisa dipertanggungjawabkan.
  8. Tidak ada jangka waktu ataupun tutup point perbulan.
  9. Tidak ada kebohongan berjama'ah (mirip penganiayaan berjama'ahnya Om Pri :))
Masalah saya :
~ Sampai sekarang saya belum menemukan kriteria perusahaan MLM seperti diatas.
~ Saya sudah ikut banyak MLM, baik presentasi ataupun menjadi anggotanya, tapi hampir semuanya menggunakan sistem yang ribet.
~ Saya pengen ikut MLM tapi yang bagus, soale saya yakin industri MLM mampu menaikkan harkat hidup orang banyak tapi sampai sekarang belum nemu!

Udah ah...Wassalam.

Tuesday, December 26, 2006

Polisi India VS Polisi Indonesia

Tadi pagi sekilas sempet nonton film India, pas adegannya lagi dikantor polisi.
Ada seorang pemuda (namanya gak tau) masuk kantor polisi, tapi dia terheran-heran karena para polisi tidak ada yang menyambutnya apalagi menanyakan keperluannya, dilihatnya semua polisi lagi pada nonton TV, acaranya pertandingan Cricket (semacam hockey yg populer di India).
Kemudian sang pemuda itu mengetuk meja, "tok...tok...tok...!"
Seorang polisi berpaling padanya dan berkata, "tunggu dulu sebentar!" setengah menghardik sambil meneruskan tontonannya.
SI pemuda tambah bengong, setelah beberapa saat dia kembali mengetuk meja, "tok...tok..tok!"
Si Polisi kembali berpaling dan setengah berteriak ia berkata, "saya bilang tunggu sebentar!!" ujarnya kasar dan kemudian asyik kembali menonton pertandingan bersama teman-temannya.

Setengah kesal si pemuda kembali mengetuk meja, kali ini menggedor, " duk...duk...duk...!"
Tapi kembali si polisi hanya berpaling tanpa beranjak dari duduknya, ucapannya sama saja,
"tunggu sebentar!!!!" sambil berteriak.
Kali ini si pemuda gak sabar dan berkata,
"Pak, saya kesini mau laporan, bapak mau terima laporan saya tidak???" ujarnya tegas
Akhirnya sambil bersungut-sungut sipolisi datang menghampiri pemuda itu,
"anda mau lapor apa??" katanya ketus.
"saya mo laporan pak, adik laki-laki saya hilang...!" kata pemuda itu
"walaaah, paling main ketempat temannya...!" kata si polisi
"udah semua temannya saya cari pak, tetap nggak ditemukan..!" kata pemuda itu lagi
"memang kapan hilangnya...?" tanya si polisi dengan enggan.
"kemarin sore sekitar jam 4-an pak!" jawab sipemuda.
Si polisi melihat jam didinding yang saat itu menunjukkan pukul 02.00 siang
"Kamu tahu peraturan tidak??? kalo mau laporan orang hilang itu harus setelah 1x24 jam!!"
"Sekarang kamu masih punya waktu 2 jam untuk mencari adikmu, atau nanti kembali saja 2 jam lagi...!" hardik polisi itu.
"Tapi pak...."
"gak ada tapi-tapian, pokoke kamu masih punya waktu 2 jam lagi..!!!" kata si polisi sambil ngeloyor pergi meneruskan kegiatan menontonnya, dan meninggalkan si pemuda yang terbengong-bengong.

Sampai disitu saya nontonnya, karena ikutan kesal saya langsung pindahin channel aja, mendingan nonton "kembali ke lap....top..!!"

Nah, dari adegan tersebut diatas, sangat jelas terlihat bedanya polisi India dan polisi Indonesia, apa bedanya ?
Bedanya, dengan kasus yang sama seperti adegan diatas, polisi Indonesia hanya sedikit lebih ramah..!
(itu saja!)

Chapter #1 First Job

Akhirnya dipanggil juga aku ke depnaker Bandung untuk test ketenaga kerjaan, walau nggak tau untuk kerja dimana, tapi yang pasti aku berusaha dulu. Wow! yang ikut test ternyata banyak banget! Ada mungkin sekitar 300 orang.
Test nya susah-susah gampang, test tulisnya exac sekali! Untung yang ditanyain cuman basic doang. So, dengan semangat baja (halah!) aku isi semua pertanyaan isian semampuku....

Kurang lebih satu jam kami diberi kesempatan untuk mengisi lembar soal, lalu si instruktur memberi instruksi untuk mengumpulkan hasil jawaban. Eh, ternyata langsung dinilai, kami disuruh tunggu selama satu jam. Kemudian para pekerja depnaker mengumpulkan kami dan memberikan pengumuman bahwa yang berhak ikut test berikutnya hanya 40 orang! Walahhhh! Sempet lemes juga mendengarnya.
Tapi ternyata lemesku cuman sebentar aja, karena setelah 7 orang disebut, namaku urutan berikutnya. Setelah yang 40 orang disebut namanya, sisanya sekitar 260 orang pulang sembari sebelumnya dinasehati oleh seorang pekerja depnaker untuk kembali mencoba melamar ulang di periode berikutnya. Hmmm kasian juga ngeliat mereka, soalnya setauku periode berikutnya itu masih 6 bulan ~ 1 tahun.

Lalu kami ber-40 orang diinstruksikan untuk memasuki ruangan dan diberi soal lagi. Walah lagi! soalnya cuman ada 10 pertanyaan dan semuanya essai! Kulihat sekilas pertanyaan-pertanyaan itu semua berbobot,
"wah, bakalan lama nih ngerjainnya!" pikirku.
Kucoba mengisi soal yg paling mudah dulu. Paling mudah??? nggak ada lageee!!
Susah semua!! Mana diriku nggak dipersiapkan khusus untuk menghapal rumus! Mana sebagian soalnya membutuhkan jawaban yang kudu pake rumus baku (rumus baku= rumus yang gak bisa ditawar lagi pemakaiannya.red).

Udah 15 menit, aku masih bengong ngehayalin soal-soal itu....
Akhirnya semangat patriotismeku menyala-nyala! (halahhh!) Kuputuskan untuk nggak pake rumus-rumus sialan yang aku gak hapal itu. Ku coba menjawab menggunakan logika dan percaya diri penuh. Satu persatu kujawab soal dengan rumus gak baku (alias ngaco) tapi seenggaknya jawabanku benar atau mendekati benar menurutku.

Satu jam udah aku menjelimet dengan soal, mencoba memutar balikan fakta rumus-rumus ngaco buatanku dengan sedikit dibumbui rumus-rumus pedas ala masakan padang serta rumus manis ala gudeg jogja. akhirnya selesai sudah!
Semua soal udah kujawab dan kutulis dengan indah (halah!) pokoke kubuat jawabannya sepanjang mungkin, biar si pemeriksanya nanti bingung sendiri!

Jawaban semua peserta dikumpulkan. Langsung dinilai, kami disuruh tunggu.
Lalu seorang pekerja Depnaker keluar ruangan dan memberikan pengumuman bahwa hasil pemeriksaan akan diumumkan besok harinya, Katanya mungkin hanya 5 orang yang berhasil mengikuti test selanjutnya.

Heleuh! Kirain mo langsung diumumin, keluhku.
Kulihat jam udah menunjukkan pukul 12.30, O iya pegawai negerinya udah mo waktunya pulang ternyata! Pulanglah daku dengan hati harap-harap cemas (kayak acara tv itu lho!).

Esoknya, tanpa bangun tidur dan mandi pagi (lho? nggak ding! mandi kok walau cuman matanya doang!) aku langsung menuju kantor Depnaker itu lagi.
Ternyata disana udah berkumpul sebagian perserta yang ikut test bersamaku kemarin. Mereka berkerumun di papan pengumuman, selagi aku berjalan kearah papan pengumuman tersebut, beberapa orang keluar dari kerumunan tersebut dengan wajah kuyu, lesu dan kurang bersahabat!
Diantaranya ada seorang cewek (lumayan macaan) yang juga berwajah lesu bahkan air mata sudah keluar membasahi pundaknya..ups sorry...pipinya maksudku, kucoba menegurnya dengan nada simpati (do re mi fa sol....lho?)
"Udah deh mbak jangan terlalu sedih, cari kerja kan gak cuman disini aja, udah gak usah nangis gitu! kan malu dilihatin ama anak-anak sd sebelah yang lagi upacara bendera....(#*@##@@%^&??)" kataku sambil senyum dimanis-manisin.
"Saya nangis bukan karena itu mas!" jawabnya menimpali.
"Lho, abis..?"
"Gini lho mas, saya gak tau nama saya ada dipengumuman itu ato enggak.." katanya lagi sambil tersedu sedan bmw.
" kok..?" tanyaku lagi heran.
"Anu mas..."
"Haah! anuku...???"
"Bu...bukan anunya mas!"
"Abis anunya siapa??"
"anu saya ketinggalan..!"
"Haaaaah! anumu ketinggalan???" jeritku sambil lihat ke arah bawahnya
"Iiiihhh! bukan anu saya yang anu itu!!! anu...kacamataku ketinggalan, jadi saya gak bisa baca tulisan dipapan pengumuman! mana rumah saya jauh lagi mas, 2 jam dari sini....." isaknya lagi sambil ngeloyor keluar gerbang depnaker.
"Heleeuhh, gitu toh!!" pikirku lega nggak jadi dosa.

Lalu dengan gaya pawang ular, aku menyelinap masuk kekerumunan itu yang lama-lama bertambah banyak. (BTW gaya pawang ular gimana sih?).
Tak dinyana tak kusangka, namaku tertera diurutan kedua dari lima nama yang ada di lembar pengumuman itu!
Spontan aku mengeluarkan lenguhan kerbau terbaik yang pernah keluar dari mulutku...
"Eureka!!! Horeeee! hip hip huraaaa! hhhmmmooooo!!" lho?

Kemudian kami berlima disuruh masuk sebuah ruangan yang mirip ruang tunggu. Di hadapan kami ada ruangan lain yang dipisah oleh dinding kaca.
Didalamnya kulihat ada dua orang pekerja depnaker dan tiga orang lagi yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sepertinya bukan orang indonesia.
Seorang petugas keluar dan memanggil kami satu persatu.
Tiba giliranku masuk ruangan.
Ketiga orang tersebut menatapku manja..eh dengan berkerut. Salah seorang dari mereka bertanya,
"Your name is Ivendaz?"
Waduh, pake inggris euy ngomongnya! Biarin! guwe ladenin!
"yes! of course sir!" jawabku dengan logat dibule-bulein.
"Why?" tanyanya lagi
Pikirku, emang gak boleh apa punya nama ivendaz? tapi kujawab juga,
"because I'm reading Sang Kancil...ups.. i mean, that's name was given by my parents when i was was borned 22 years ago..." jawabku sok iye.
"Hmm, Okay...let me see....."
Dan tanya jawabpun berlangsung, diantaranya banyak yang mengenai basic education yang electronica, dan segala kesiapanku apakah siap untuk bekerja diluar pulau jawa...dan lain sebagainya....(barulah ku tahu kalo mereka orang philiphine).

Tiga puluh menit sudah tanya jawab itu berlangsung (baru kutahu kemudian kalo tanya jawab itu bahasa kerennya interview!).
Diakhir interview salah seorang menyatakan bahwa diriku lulus interview dan menyakan kesiapanku untuk bekerja diperusahaannya di pulau Batam dengan gaji segitu-segini rupiah.
Haaah! Pulau Batam?? Jauh banget! Langsung bayanganku tertuju pada ibuku, bapakku, kakakku, rumahku, pohon manggaku!
Agak lama ku terdiam memikirkan lamunanku, akhirnya lamunankupun disadarkan oleh pikiran dan niatku ingin bekerja dan punya penghasilan sendiri (dan juga dikarenakan oleh darahku yang keturunan perantau sulawesi). Akhirnya tanpa pandang bulu, mo bulu kucing kek, bulu ketek, sambil dalam hati baca bismillah, kujawab dengan meyakinkan bahwa aku siap bekerja diperusahaan mereka kapan saja dibutuhkan.

Kayanya mereka gembira dengan jawabanku, lalu katanya:
" So, please you prepare your self to go to Batam next week, and we will see you there, good luck!!" sambil berdiri mengulurkan tangan ngajak salaman.
" Ok, with my pleasure, and thankyou very much!" jawabku sambil mengulurkan tanganku menampar wajahnya...eh..bersalaman.

Akupun keluar dari ruangan dengan wajah puas, dihiasi oleh khayalan-khayalan akan perantauanku yang pertama.



Bersambung...



Friday, November 24, 2006

Hujan....!!!!

Udah tiga hari ini tiap subuh pasti hujan, apakah musimhujan tlah tiba??
Berarti persiapan beli mantel ujan yang ada celananya, yang lama dah robek, jas ujan ponco untuk persiapan kalo bepergian jauh, wah rem motorku harus ganti nih..!

Kerja lagi...Ujan...Basah...Kotor...Flu....Demam....Males...

Tunggu hari ke sepuluh...

Mengenai Rencana Kepergian RI-1 Ke Jepang

Iseng-iseng nge-brow di situsnya orang nomor satu Indonesia, kebaca deh diberita utama tentang rencana tersebut. Ane gak ada masalah sih sebenernya pak Pres mo kemana kek dengan siapa kek....lagian Beliau pasti gak akan ngajak ane (bukan narsis tapi pede:)) and belon tentu ane mau diajak..(pede lagi :))

Komentar ane ntar kalo beliau dah pulang kemari....

Saturday, November 18, 2006

"Cita-cita mu kalo gede mo jadi apa?"

Pertanyaan itu sering muncul saat kita kecil dulu. Ntah yang bertanya tetangga, guru, temen, temennya ibu, temennya bapak, temennya tetangga, temennya guru, temen temenya temen, temen temennya temen ibu...dst...dst...dst... (temen=teman.red)

Biasanya aku selalu jawab "ingin jadi tentara!" itu karena alm. ayahku emang tentara, mungkin karena hidup ditengah-tengah pergaulan para tentara ini yang menjadikan mind set-ku terpengaruh jawaban seperti itu...

Teman lain menjawab "ingin jadi dokter!" atau "ingin jadi insinyur pertanian!" atau "ingin jadi pilot!" bahkan"ingin jadi Presiden!"
Toh, kompleksnya jawaban mereka pun terpengaruh oleh mind-setnya mereka masing-masing.

Kenyataannya :
Aku jadi buruh pabrik!

Yap! Buruh Pabrik! or Karyawan or Pegawai Swasta or apapun namanya...
Jauh dari cita-cita yang diinginkan selagi masih kecil, why ? Takdir? garis Illahi? or akunya yang tolol karena gak lulus masuk AKABRI hanya karena kurang umur 4 bulan (tapi temenku yang umurnya selisih setahun dibawahku leluasa masuk karena bapaknya punya kolega di semarang :)

Takdir kaleee ya...

Hmmmm, hanya ingat dulu waktu masih kecil sering dianjurkan oleh para orang tua:
"Nak, sekolah yang baik, belajar yang rajin biar pintar, sekolah setinggi-tingginya biar ntar mudah cari uang..!"

Anjuran yang klise menurutku.

Banyak orang-orang yg tidak sekolah tinggi-tinggi akhirnya kaya-raya, bahkan terkaya didunia, contohnya banyak, cari sendiri lah! (klik webnya forbes)

Buruh Pabrik....wuih...bukannya mau protes ama Sang Pangeran, ini hanya retorika..
Kupikir-pikir, selama sekolah hampir 16 tahun, dengan kerjaanku sekarang kayaknya gak nyambung tuh....
Why..?
Jawab : Inti dari sekolah selama itu hanya mengajarkan dan mengasah logika. Kalo udah kerja (seperti saya) seluruh mata pelajaran yang diajarkan selama itu gak kepake!! alias 'otodidak'

Trus, kemana larinya semua mata pelajaran dulu??
Jawab : Ya itulah, menguap dari otak kita dan meninggalkan sari-sari mind-set baru untuk pemikiran orang dewasa baru!



Sunday, November 12, 2006

Kabut Hitam

.............................................................................
" kamu ngerasa gak akan sikapku akhir-akhir ini?" tanyanya.
"iya agak berubah, kenapa emang?" jawabku tanya balik.
"kok kamu gak pernah tanya..?" tanyanya lagi
"ya gimana mo tanya orang mukamu ditekuk terus kayak gitu...." jawabku.
"itu tandanya kita gak cocok!!!! udahlah kita pisah aja!!!" katanya lagi setengah membentak.
..........................................................................

Hek!! Sesak dadaku mendengarnya..... dan aku hanya bisa diam dan berpikir "seriuskah dia?"
atau hanya kemarahan sesaat..
Ini sudah ketiga kalinya aku mendengar kata pisah darinya, setelah dua tahun lebih kami berumah tangga.

Pikiran dan hatiku langsung bergejolak.
Ingin rasanya aku langsung pergi saat itu juga meninggalkannya.
Mana ada suami yang dengan senang hati menerima bentakan istrinya?
Apakah istri boleh membentak suami?

And I have a feeling that my pattient will finnish.

Tapi aku teringat akan tulisan di buku nikah yang intinya seperti ini :
"Usahakan sekuat-kuatnya untuk mempertahankan perkawinanmu, karena Allah SWT tidak suka/membenci perceraian...."

Campur aduk dah perasaanku antara emosi dan logika
Sampai detik ini pun masih seperti itu..
aku gak tau gimana caranya????
udah sering perlakuan ini terjadi, bentakan, cuek, kamarahan yg dikarenakan salah ngomong doang, omongan kurang mesra, mata jelalatan, kurang perhatian, terima telpon kurang mesra, nonton artis cantik di tv, sampe omongan orang lainyg katanya ngeliat aku boncengin cewek, padahal saat itu aku lagi kerja (fitnah? atau salah lihat?)

Aku sabar, hanya bisa sabar, tahu sifat dia, yg semakin di tentang semakin tinggi emosinya, dan semakin kasar perilakunya...

Apakah itu sudah keterlaluan?
Jika belum, dimanakah batasnya keterlaluan???

dua hari kemarin dianya udah baik lagi dan coba cari perhatianku.
biasanya aku akan langsung normal dan baik lagi, dan melupakan semuanya...

But this time, I can't lie to my self, aku udah kehilangan rasa itu
Aku hampa...
Aku gak tau pertanda apakah ini???

And until I type in this blog, i still don't know what's happening with my heart...